Anoreksia

Anoreksia pada Remaja Putri

Salah satu gangguan yang terjadi pada masa remaja, Anoreksia nervosa (AN) adalah sebuah gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan rasa takut yang berlebihan terhadap peningkatan berat badan akibat pencitraan diri yang menyimpang.

Anoreksia Nervosa sering terjadi pada usia 14-18 tahun dan ada beberapa orang yang mengalaminya pada umur-umur yang lebih muda. Menurut penelitian pengidap gangguan ini 90-95% diderita oleh remaja putri dan banyak ditemukan pada golongan sosial-ekonomi menengah ke atas.

Gejala Anoreksia Nervosa seringkali tidak terdeteksi sejak dini karena pada awalnya penderita tidak mengeluh tentang adanya gangguan pada dirinya. Dan sampai suatu saat keluarga mengetahui bahwa putrinya telah menjadi semakin kurus dari hari ke hari. Dan saat itu pula keluarga atau orangtua baru menyadari bahwa anaknya seringkali tidak mau makan baik pagi, siang ataupun malam disebabkan alasan-alasan kesibukannya.

Biasanya penderita gangguan ini siklus haidnya juga terhenti, tetapi pada mulanya penderita tidak nampak lemas dan justru menambah kegiatannya semakin padat untuk menghindari acara makan. Akhirnya karena kegiatan dan kesibukan yang semakin padat dan tidak ada makanan yang masuk maka berat badan penderita semakin menurun, sering gelisah, daya konsentrasi menurun, emosi menjadi tidak stabil, mulai menarik diri dari lingkungan, pucat, lemah, tidak dapat tidur,terdapat cekungan mata, dan sebagainya.

Secara pemeriksaan fisik ditemukan bahwa kulit penderita menjadi kering dan terlihat adanya pertumbuhan lanugo di pipi, leher, tangan dan kaki. Tekanan darahnya juga menurun menjadi (90/60 mm Hg), perutnya cekung, pantatnya rata, beberapa hormon seperti LH (Luitenezing Hormon) dan FSH (Folical Stimulating Hormon) mengalami gangguan.

Psikopatologi yang khas pada penderita Anoreksia Nervosa adalah ketakutan yang hebat untuk gemuk, seolah-olah ada pandangan dalam dirinya bahwa gemuk itu menjijikkan dan tidak disukai oleh orang-orang disekitarnya.

Faktor pencetusnya biasanya adalah depresi yang dapat disebabkan oleh bermacam-macam hal seperti: perpecahan keluarga/broken home, ditinggal mati oleh keluarga yang dicintai, tuntutan dari orangtua yang terlalu tinggi terhadap pencapaian prestasi putrinya, dan lain sebagainya.

Gangguan ini dapat disembuhkan, tetapi memerlukan waktu yang cukup lama dan perlu pengorbanan dari pihak keluarga untuk terus sabar dan telaten dalam memberikan dukungan kepada penderita.

Biasanya penderita bila sudah parah, akan sulit sekali utnuk disembuhkan bahkan tak jarang yang berakhir dengan kematian. Untuk itu waspadalah bila remaja kita sudah mulai sulit untuk makan, mulai beraktivitas berlebihan dan menunjukkan gejala-gejala adanya gangguan Anoreksia Nervosa ini, cepat-cepatlah mengambil tindakan

Oleh M. Ninik Handayani, S.Psi.

Sumber: http://keluargacemara.com/kesehatan/anoreksia-pada-remaja-putri.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s